UN : haruskah menghitamkan bulatan LJUN

Seorang siswa SMP mengeluh pada saya tentang waktu pengerjaan soal yang sangat terbatas. Untuk mengerjakan soal Matematika misalnya, siswa tersebut mengatakan bahwa waktu yang disediakan habis untuk menghitamkan jawaban pada LJUN. Bahkan gurunya sering mengingatkan bahwa ketika menghitamkan bulatan huruf pada LJUN harus penuh. Benarkah demikian? Lalu mengapa kalau terjadi coretan dikatakan akan mempengaruhi jawaban? Kemudian, anak SD mengerjakan Ujian cukup dengan menyilang huruf pada LJUN, dalam sebuah lomba mata pelajaran (baca ; Olympiade Sains Nasional) peserta juga cukup menyilang kotak jawaban. Kalau hanya dengan menyilang pada kotak atau lingkaran Lembar Jawaban, dan bisa terbaca komputer scan, mengapa bisa? mengapa pula dalam Ujian Nasional harus menghitamkan seluruh bulatan, yang pasti akan mempersulit dan membebani siswa? 
Terlepas dari kontroversi pelaksanaan UN Bapak Menteri, ataupun yang membuat kebijakan, tidakkah menjawab dengan cara menghitamkan lingkaran huruf pada LJUN bisa diganti dengan cukup menyilang huruf jawaban? Sehingga siswa memiliki cukup waktu untuk mengerjakan Ujian?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


»
%d bloggers like this: