Misteri Otak Kanan

SMS penulis pada gus Amin Sunarhadi, pengelola Web

QAC-UMS, saat awal masuk tahun ajaran baru kemarin:

“Melalui upaya pengembangan Otak Kanan, semoga QAC-UMS berhasil mengkader KHA. Dahlan baru…ya gus?!”

Menurut para antropolog (termasuk saya..he..he), sudah sejak lama bumi terbelah dua. Satu belahan dihuni oleh orang-orang yang suka kemapanan, keajegan, keteraturan, dan …… belahan bumi yang lain dihuni oleh orang yang anti kemapanan, berperilaku melawan arus, suka tampil beda, suka hal baru, dan berani melawan tradisi yang sudah lama terpelihara.

Coba lihat sekarang ini. Sekarang lagi jamannya orang suka nyleneh, suka keluar dari pakem, dan suka kerja semaunya sendiri. Sikap ini sering ditentang oleh sebagian anggota masyarakat, tetapi banyak pula yang mendukungnya. Mengapa? Ada apa sebenarnya?

TERNYATA masalah itu tidak terlepas dari kondisi otak penduduk bumi ini sendiri. Menurut ahli neurologi, otak manusia terbagi menjadi dua, yaitu otak kiri dan otak kanan. Setiap belahan otak ini mempunyai fungsi yang berbeda.

Belahan otak kiri berhubungan dengan logika, analisa, bahasa, rangkaian (sequence) dan matematika.

Belahan otak ini berespons terhadap masukan-masukan di mana dibutuhkan kemampuan mengupas/meninjau (critiquing), menyatakan (declaring), menganalisa, menjelaskan, berdiskusi dan memutuskan (judging). Jadi Penggunaan otak kiri, merupakan spesifikasi cara berfikir yang logis, sekuensial, linear dan rasional. Cirinya ia sangat teratur, sangat tepat untuk meikirkan keteratutan dalam ber-ekspresi secara verbal, tulisan, membaca, penempatan data dan fakta.

Belahan otak kanan berkaitan dengan ritme, kreativitas, warna, imajinasi dan dimensi. Jadi belahan otak kanan berfungsi kalau manusia menggambar, menunjuk, memeragakan, bermain, berolahraga, bernyanyi, dan aktivitas motorik lainnya. Sementara cara berfikir orang yang hanya menggunakan otak kanan adalah sifatnya acak, tidak teratur, intuitif danholistik, ia mewakili cara berfikir non verbal, seperti perasaan dan emosi, kesadaran spasial, penggunaan bentuk dan pola, musik, seni, kepekaan warna, kreatifitas dan visualisasi.

Sebenarnya kedua belahan otak kiri dan kanan sama penting dan sama kuatnya. Mereka saling melengkapi satu dengan yang lain. Namun mengapa antara keduanya menyebabkan masyarakat jadi suka berantem? Saya sendiri juga bingung…

KHA. Dahlan dan Otak Kanan

Di antara tokoh dari penghuni belahan bumi yang dikenal gemar mendobrak tradisi adalah KHA. Dahlan, pendiri Persyarikatan Muhammadiyah. Seorang kiayi yang cerdas, berkarakter dan pemberani. Di tengah keterbelakangan masyarakatnya yang dililit oleh berbagai tradisi yang tradisional, taqlid buta, bid�ah churafat tahayul, dan kebekuan berpikir, ia bangkit dan berani tampil beda:

  • Pada jamannya, umumnya para kiyai dan santrinya mengenakan sarung dan sorban, anti budaya Barat, tapi dia dan santrinya malah mengenakan sendiri baju berdasi dan celana panjang,
  • Tradisi tahlilan, barzanzi, manakiban, yasinan, dan haul, berziarah ke maqam yang �berkaromah� yang sudah demikian mentradisi dalam masyarakat Jawa berani beliau tentang dan berantas.
  • Sistem pembelajaran yang sudah mentradisi dalam masyarakat Islam dengan model lesehan di atas lantai, beliau buat cara baru dengan meja kursi.
  • Materi pembelajaran yang lazimnya hanya melulu mengkaji keIslaman dan banyAk mengandalkan pada Kitab Kuning, beliau perluas dengan materi iImu hitung, baca tulis dan ilmu-ilmu �keduniaan� ala pembelajaran Barat.
  • Para santri dan pemuda yang lazimnya hanya dididik mengaji dengan pakaian santrinya, beliau kerahkan mereka untuk latihan berbaris, berlari, bernyanyi, bermain dengan bercelana pendek dalam kegiatan HW (Hisbul Wathon)
  • Sistim belajar yang umumnya hanya untuk diketahui dan dihafal, beliau rombak dengan metode �praktek di lapangan� (pelajaran surat al ma�un yang monumental).
  • Cara berpikir dan cara mempelajari agama yang dilakukan oleh masyarakat ketika itu pada umumnya lebih banyak bersikap �menerima� dan mengikuti saja isi ajaran yang sudah tertuang dalamnya tanpa kritik dan kurang berani berijtihad. KHA Dahlan ketika itu justru menggalakkan santrinya agar berpikir kritis dan selektif dalam mempelajari pendapat agama dari golongan manapun, bahkan menyerukan agar berani mentarjih (memilih dalil dan pendapat yang terkuat) dan berijtihad (menetapkan putusan hukum Islam) sendiri.
  • Kegiatan dakwah yang lazimnya hanya dari surau ke surau dari pesantren ke pesantren atau ceramah umum dari para Kiyai, beliau dobrak pola dakwah yang demikian dengan membentuk lembaga dakwah baru yang berbentuk organisasi modern dengan sistem manajemen yang sistematis yang disebut �Persyarikatan Moehammadijah�

Betapa geram mayoritas kalangan ulama �pemelihara tradisi� saat menghadapi aktifitas dan kecemerlangan Otak Kanan KHA. Dahlan ketika itu. Lalu mereka bereaksi dengan cara �ikut� membentuk organisasi juga yang disebut Nahdhatul Ulama (NU).

Begitulah KHA Dahlan, figur seorang Kiyai yang kreatif dan berani tampil beda di tengah masyarakatnya yang terlilit tradisi yang kokoh. Betapa tampak jelas kekuatan otak kanan beliau saat merespon keterpurukan masyarakatnya. Sebaiknya kita tidak hanya berhenti mengakui dan mengaguminya, tapi dapatkah kita menirunya?

QAC dan Otak Kanan

Konon kabarnya saya dengar QAC-UMS juga sedang menggalakkan sistem pembelajaran aktif untuk memacu pengembangan kreatifitas para pembelajar.

QAC menganut teori pendidikan terbaru yang mengatakan otak pembelajar akan dapat bekerja optimal apabila kedua belahan otak ini dipergunakan secara bersama-sama.

Jika orang belajar dengan hanya memanfaatkan otak kiri, sementara otak kanannya tidak diaktifkan, maka mudah timbul perasaan jenuh, bosan dan mengantuk. Begitu juga mereka yang hanya memanfaatkan otak kanan tanpa diimbangi dengan pemanpaatan otak kiri, bisa jadi ia akan banyak menyanyi, mengobrol atau menggambar tetapi hanya sedikit ilmu yang bisa masuk ke otaknya. Maka mengembangkan pemanfaatan otak kiri dan otak kanan menjadi penting dalam penciptaan suasana belajar. Caranya dengan memperbanyak paduan antara spesipikasi fungsi otak kanan dan otak kiri.

Misalnya mengerjakan pekerjaan rumah dengan menciptakan aneka gambar yang memiliki arti khusus ketika menghapal pelajaran atau menggunakan sistem diskusi dalam proses pembelajaran secara bervariasi.

Belajar kelompok bersama teman, dapat pula menjadi alternatif. Demikian juga dengan menggunakan sistem membaca cepat, sistem hafalan, menggunakan lagu, permainan dan sebagainya merupakan alternatif untuk mengktifkan otak kanan dan otak kiri. Kelemahan sebagian sistem pembelajaran selama ini adalah kurangnya memberikan kesempatan berkembang pada kedua belahan otak secara maksimal. Otak kanan dibiarkan menganggur sehingga intelektual anak berkembang kurang seimbang. Anak hanya pandai berfikir matematis dan ditimbun berbagai memori hafalan, tetapi kurang intuitif apalagi kreatif. Itulah tantangan yang sedang dinikmati oleh dunia pendidikan kita, termasuk oleh QAC-UMS.Melalui pengembangan strategi pembelajaran aktif rupanya QAC kini dengan otak kanannya sedang melawan tradisi pembelajaran lama yang mengubur otak kanan agar mampu bangkit kembali.

Melatih pengembangan otak kanan

Otak kanan akan bekerja (bangkit) terutama karena: (1) terdesak oleh keadaan sulit atau buntu, sehingga memacunya agar berpikir alternatif untuk memecahkannya, dan (2) hasrat berimaginasi untuk menemukan hal yang baru dan berbeda. Imajinasi ini cenderung mendorong orang untuk tampil beda.

Langkah-langkah Latihan Otak Kanan

  1. Pertanyakan kembali cara kerja kita sendiri dan benda-benda di sekitar kita yang sudah biasa terjadi sehari-hari. Baik mengenai bentuk, susunan, atau cara kerjanya. Misalnya:Mengapa warna dan bentuk sepasang sepatu selalu dan harus sama (kembar)?

    Mengapa lengan baju harus sama panjang?

    Mengapa anting-anting cewek harus kembar?

    Mengapa bentuk kertas HVS selalu persegi empat?

    Mengapa cara berjalan kita selalu begitu?

    Mengapa tempat duduk guru selalu di depan?

    Mengapa pola menulis selalu mendatar?

    Mengapa semua kursi berkaki dan bertumpu di atas lantai?

    Mengapa semua kursi di kantor berkaki empat?

    Mengapa semua celana kita memakai resluiting?

    Mengapa resluiting celana cowok selalu di tengah bagian depan?

Catatan:

Pertanyaan terutama diarahkan pada aspek teknologis (alat dan cara kerja), seni dan artifisial budaya. Ingat! untuk sementara pembaca belum disarankan untuk melatih otak kanannya mengenai hal-hal yang bersifat melawan norma hukum, agama, dan kesusilaan

  1. BANTAHLAH asumsi-asumsi dan alasan-alasan LAMA yang melatarbelakanginya.
  1. PIKIRKAN untuk membuat perubahan terhadap hal-hal yang dipertanyakan tadi AGAR TAMPIL BEDA, dengan alternatif cara:§ menambah – mengurangi,

    § membagi – memadukan,

    § memperkecil – memperbesar,

    § mengganti komponen

    § mengganti posisi, bentuk, pola, warna, bahan

  1. Buat gabungan pola lama dan pola baru (Dokar bermesin Mercy)
  1. Gabung pola baru satu dengan pola baru lain (Manusia terbang dengan bahan bakar air)
  1. Buat variasi-variasi gabunganLangkah-langkah di atas belum dijamin kehandalannya, bahkan saya sendiri sebagai penulis tidak yakin apakah langkah-langkah latihan seperti di atas sesuai untuk anda, tetapi siapa tahu?

Berani Mencoba

Aslinya, setiap orang berpotensi untuk kreatif. Bedanya, orang kreatif memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghalau aral (penghalang) kemampuan kreatifitas. Aral tersebut berupa:

– takut diabaikan,

– malu dicemooh,

– takut dievaluasi,

– takut dihakimi,

– malu dianggap bodoh,

– takut pada ketidaksempurnaan,

– takut mencoba,

– takut ambil risiko,

– takut ide tidak berjalan seperti yang diharapkan,

– takut gagal, dll.

Maka….lawanlah semua rasa takut atau malu anda, and cobalah otak kanan itu dilatih terus.Kalau sudah berhasil kabari saya via webnya

QAC-UMS ini…ya? Uhuuuiy..!

Posted in sains. Tags: , , . 1 Comment »

One Response to “Misteri Otak Kanan”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: