Mendalami Makna Hijrah

Oleh: Ustadzah Maznah Daud

Sumber: www.malaysiaharmoni.com

Tidak dipungkiri bahwa hijrah mengandung hikmah yang terlalu besar. Tidak akan habis untuk diungkap rahasianya dan tidak akan habis untuk digali khazanahnya.Penulisan ini mencoba untuk mencedok hanya sekelumit dari hikmah yang terkandung di balik peristiwa bersejarah itu.

Hijrah berasal dari kata kerja hajara (هجر) berarti meninggalkan, memutuskan atau keluar dari sebuah negeri ke negeri yang lain.

Sebelum Fathu Makkah, hijrah ke Madinah, tempat terlaksananya kedaulatan Islam, diwajibkan atas seluruh muslimin kecuali mereka yang memiliki udzur tertentu.Setelah Makkah berhasil dikembalikan ke tangan umat Islam, manusia memasuki agama Allah berbondong-bondong dan mereka telah bebas melaksanakan Islam dan mendirikan syiarnya di mana saja, maka tidak lagi kebutuhan untuk berhijrah ke Madinah. Beliau telah bersabda (artinya):

“Tidak ada hijrah setelah al-Fath (Pembukaan Mekkah), tetapi jihad dan niat. Dan ketika kamu disuruh untuk pergi berjuang, maka segeralah manyahutnya! ”

(Riwayat Bukhari, Muslim dan lain-lain)

Mujasyik bin Mas’ud dan saudaranya datang menemui Nabi shallallahu alaihi wasallam dan berkata, “Kami berjanji setia untuk berhijrah”. Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda (artinya), “Telah berlalu hijrah untuk mereka yang telah melakukannya.” Mereka bertanya, “Kalau begitu kami berjanji setia untuk apa?” Beliau menjawab (maksudnya), “Untuk Islam dan jihad.”

(Riwayat Bukhari)

Maksud hijrah dalam nas-nas di atas adalah hijrah dari Makkah ke Madinah. Umat ​​Islam tidak lagi dituntut untuk meninggalkan Makkah dan berhijrah ke Madinah karena Mekah telah menjadi negara Islam dan tidak lagi halangan untuk mereka melaksanakan ajaran Islam dalam semua aspek kehidupan.

Adapun mereka yang berada di dalam negara kafir yang menindas dan mencegah umat Islam dari melaksanakan ibadah yang dituntut oleh Islam dan syiar-syiarnya, wajib berhijrah sampai bila-bila.

Imam Ahmad dan lain-lain meriwayatkan dari Abdullah bin Waqdan, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda (artinya),

“Tidak terputus hijrah selama Muslim diperangi oleh kuffar.”

Namun jika Muslim berada dalam negara kafir yang tidak memerangi Islam dan tidak menghalangi orang-orang Islam melaksanakan segala syiarnya, tidak wajib berhijrah dari negara tersebut, lebih-lebih lagi berada di dalam negara yang menerapkan kebijakan terbuka serta memberi kesempatan kepada Muslim untuk berdakwah dan menunjukkan kebaikan Islam kepada masyarakat setempat.

Apakah ini berarti kita tidak perlu hijrah lagi?

Sebenarnya hijrah memiliki dua pengertian: hijrah secara fisik dari satu negeri ke negeri yang lain, dan hijrah dengan hati kepada Allah dan Rasul-Nya. Inilah hijrah yang hakiki yang menjadi tunjang pada hijrah jasmani. Kata hijrah mengandung elemen, ‘dari’ dan ‘ke’ atau ‘dari’ dan ‘ke’. Jadi hijrah hati berarti hijrah dari cinta kepada selain Allah pada cinta kepada Allah, dari ubudiah kepada makhluk kepada ubudiah kepada Allah, dari takut, harap dan bertawakkal kepada selain Allah pada takut, harap dan bertawakal kepada-Nya.

Kata Ibn al-Qayyim rahimahullah, hijrah kepada Allah adalah dengan meminta, mencintai, menghamba, bertawakal, takut dan mengharap hanya kepada-Nya. Dan hijrah ke Rasul adalah dengan mengikuti syariat yang dibawanya dalam semua aspek, lahir dan batin.

Maka hijrah yang dituntut saat ini adalah:

1. Jihad fi sabilillah dengan niat yang ikhlas sebagaimana hadits yang dikeluarkan oleh an-Nasa’i dari Safwan bin Umayyah ra katanya, “Saya berkata: Ya Rasulullah, sesungguhnya mereka berkata bahwa surga tidak akan dimasuki kecuali oleh orang yang berhijrah?” Beliau menjawab (maksudnya), “Tidak ada hijrah setelah Fathu Makkah, tetapi jihad dan niat. Maka ketika kamu disuruh untuk berjihad, segeralah menyahutnya. ”

2. Taubat nasuha dengan meninggalkan segala kejahatan dan dosa sebelum matahari terbit dari arah barat. Dari Mu’awiah bin Abi Sufyan ra, beliau mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda (artinya),

“Tidak terputus hijrah sampai terputus (peluang) bertobat, dan tidak terputus (peluang) bertobat sehingga matahari muncul dari arah barat.”

(Riwayat Ahmad, Abu Daud dan lain-lain)

Dari Abdullah bin ‘Amru bin al-‘Aas, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda (artinya),

“Sesungguhnya hijrah ada dua unsur. Satu di antaranya adalah kamu meninggalkan kejahatan dan kedua kamu berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan tidak terputus hijrah selama taubat diterima. Taubat akan terus diterima hingga matahati terbit dari barat. Bila matahari telah terbit dari barat, akan ditancapkan atas setiap hati manusia apa yang telah ada padanya. Peluang beramal sudah tidak lagi. ”

(Riwayat Ahmad)

3. Memberi sedekah. Dari Abi Saeid al-Khudri r.a. katanya, seorang badwi telah datang menemui Nabi shallallahu alaihi wasallam bertanya tentang hijrah. Beliau bersabda (artinya),

“Dengar ini! Sesungguhnya hijrah itu urusannya sangat sulit. Maka apakah kamu memiliki unta? “Badui itu menjawab,” Ya. “Nabi shallallahu alaihi wasallam bertanya,” Apakah kamu mengeluarkan zakatnya? “Dia menjawab,” Ya. “Nabi shallallahu alaihi wasallam bertanya lagi,” Apakah kamu memberi sedekah sesuatu darinya seperti memerah susunya? “Dia menjawab,” Ya. “Beliau bersabda (artinya),

“Maka beramallah kamu dari seberang lautan. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak mengabaikan praktek kamu sedikit pun. ”

Ketika mensyarahkan hadits ini, al-Hafidz Ibnu Hajar berkata, “Hadis ini menunjukkan kelebihan zakat unta, yaitu dengan mengeluarkan hak Allah pada unta itu menyamai kelebihan hijrah. Hadis ini juga mengisyaratkan bahwa seseorang yang tinggal di negerinya dengan menunaikan zakat unta, akan memperoleh ganjaran hijrah dan menetap di Madinah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: