IPM Selenggarakan dialog Valentine’s Day

 

RATUSAN PELAJAR IKUTI DIALOG VALENTINE’S DAY

 

Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) MA Muhammadiyah, Senin (13/2) telah menyelenggarakan kegiatan Temu Ilmiah Pelajar se Kabupaten Batang. Mengambil tema “Perayaan Valentine’s Day dalam Pandangan Islam”, kegiatan tersebut dihadiri oleh ratusan pelajar dari berbagai sekolah negeri swasta, SLTP/SLTA di Kabupaten Batang.

Ketua ‘Aisyiyah Kabupaten Batang, Hj. Umalikha, S.Ag menyebutkan bahwa perayaan hari valentine adalah tradisi non muslim. Budaya itu berasal dari tradisi agama Kristen. “Sebagai muslim kita jangan ikut-ikutan merayakan hari raya agama lain, namun karena hidup di Negara yang berasaskan Pancasila, kita tetap mengormati penganut agama lain untuk merayakan hari raya agamanya, termasuk hari raya valentine,” katanya dengan serius.

Sedangkan Hatta Mubin Subagyo, S.Pd.I, ketua Pemuda Muhammadiyah Pekalongan yang juga Kepala MI Muhammadiyah Karangasem Batang menyatakan bahwa perayaan valentine’s day tidak lain adalah budaya barat yang telah disusupkan ke masyarakat Indonesia. “Valentine’s day adalah budaya yang berasal dari tradisi kaum pagan (penyembah berhala) di zaman Romawi kuno, di mana dalam upacara hari valentine biasanya dipenuhi dengan kegiatan yang bersifat foya-foya, bahkan dalam perayaan valenday (sebutan hari valentine’s day) kadang diikuti dengan tradisi pelepasan keperawanan yang dimaksudkan sebagai simbol kesetiaan,” jelasnya.

“Budaya semacam ini jelas dilarang oleh agama manapun, termasuk dalam Islam sehingga tidak heran kalau Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengharamkan perayaan hari valentine’s day,” katanya.

Selain dialog, IPM juga melakukan kampanye anti perayaan valenday dengan membagikan sticker bertuliskan say no to valentine’s day kepada para pelajar. Kegiatan ini dilakukan di jalan-jalan protokol di Batang, antara lain di pertigaan jalan pemuda, di perempatan jalan Gajah Mada, dan di perempatan jalan Dr. Wahidin.

Menurut Sugito, S.Pd selaku pembina kesiswaan, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dakwah kami kepada para pelajar. “Kami tidak ingin generasi bangsa kita hanya mengikuti budaya barat yang tidak bermanfaat dan tidak mendidik. Valentine day adalah budaya barat yang tujuannya tidak lain adalah untuk menghancurkan bangsa Indonesia melalui pelajarnya, maka mari selamatkan generasi muda kita dengan hal-hal yang bermanfaat,” kata Sugito.

Sugito juga mengatakan bahwa Muhammadiyah akan selalu melakukan kegiatan dakwah demi tercapainya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur.

Posted in Uncategorized. 2 Comments »

2 Responses to “IPM Selenggarakan dialog Valentine’s Day”

  1. andy Says:

    MEMANG SANGAT MEMPRIHATIN KAN KALAU KITA MELIHAT GENERASI MUDA SEKARANG, SEMUA SUDAH DI LUAR KESADARAN DALAM MEMAHAMI BUDAYA BARAT. Itu karena tdk ada ketegasan dari pihak2 yg punya suara untuk menyuarakan penolakan atau melarang dtang nya kebudayan yg bisa merusak akidah bngsa ini. Takut di bilang melanggar HAM jadi nya ndak berani bersuara. Kunci nya HAM, itulah yg menghancurkan bangsa ini…!!

  2. saragih Says:

    Prihatin memang kalau kita lihat anak2 muda negri ini, apalagi mereka yg mengaku sbg pelajar masih banyak yg tdk memahami arti jati diri bangsa, harga diri bangsa, martabat bangsa dsb. Saya setuju pendpat bang Andy kalau ham sbg payung utk berlindung bagi orang2 yg ingin menghancurkan bangsa ini melalui budaya barat. Conth, bila kita melarang porno aksi di bilang melanggar ham, bila kita melarang hal2 yg berbau maksiat kata nya melanggar ham.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: