Shalat Dhuha

    1. Pengertian Salat Dhuha

       

      Menurut bahasa dhuha berarti pagi hari. Sehingga salat dhuha adalah salat ‎sunah yang dilaksanakan pada waktu pagi hari, mulai dari saat memutihnya ‎cahaya matahari pagi sampai sebelum waktu istiwa’  (siang hari saat matahari ‎tepat arahnya di atas kepala). Jadi, kira-kira mulai pukul 07.00 pagi sampai pukul ‎‎11.00 siang.‎

      Waktu istiwa’ adalah saat matahari berada tepat di atas kepala, sebelum ‎masuk waktu dhuhur.‎

       

      Hukumnya

       

      Hukum melaksanakannya adalah sunah, sebagaimana hadis Rasulullah ‎SAW :‎

      عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ أَوْصَانِيْ خَلِيْلِيْe‏  بِثَلاَثٍ بِصِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ فِيْ ‏كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَي الضُّحى وَأَنْ أُوْتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَاُم (رواه البخارى ومسلم)‏

      Artinya :“Dari Abu Hurairah ia berkata : kekasihku (Rasulullah) SAW telah ‎berpesan kepadaku tiga hal : Puasa tiga hari pada setiap bulan, dua rakaat salat ‎dhuha, dan salat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim)‎

       

      Tata Cara Pelaksanaannya

       

      Tata cara pelaksanaan salat dhuha sebagai berikut :‎

      • Jumlah rakaatnya paling sedikit 2 rakaat dan paling banyak 12 rakaat.‎
      • Boleh dilaksanakan secara munfarid (sendirian) maupun berjamaah.‎
      • Lebih utama setiap dua rakaat salam. Namun, apabila dilaksanakan empat ‎rakaat jangan ada tasyahud awal supaya tidak menyerupai salat fardu.‎

       

      Panduan Praktek Shalat Dhuha

       

      ‎1.‎ Berniat salat duha

         Bacaan niatnya apabila diucapkan adalah :‎

      أُصَلِّي سُنَّةَ الضُّحى رَكْعَتَيْنِ للهِ تَعَالى

      ‎“Saya berniat salat dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala.”‎

      ‎2.‎ Takbiratul ihram

      ‎3.‎ Salat dua rakaat seperti biasa atau empat rakaat serta tidak ada tahiyat awal ‎pada rakaat kedua.‎

      ‎4.‎ Salam.‎

      Dilanjutkan dengan membaca doa setelah salat dhuha :‎

       

      اَللّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ ‏قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ . اَللّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِيْ فِي ‏السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ ‏وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ ‏وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ أتِنِيْ مَا أتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ.‏

      Artinya :‎

      “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah milik-Mu, keagungan adalah keagunganMu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu,. Ya Allah andaikan rizqiku ada di langit maka turunkanlah, bila di bumi maka keluarkanlah, apabila sukar maka mudahkanlah, bila haram maka sucikanlah, bila jauh maka dekatkanlah. Dengan haqnya waktu duha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu. Berikanlah kepadaku apa yang telah Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh.”

Posted in Uncategorized. Tags: . Leave a Comment »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: