Penyakit Batu Empedu

Diberitakan oleh okezone.com, Kepala tim dokter Kepresidenan Dr Aris Wibudi mengatakan, Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono mengalami peradangan empedu dan batu empedu.

“Tindakan yang direncanakan adalah pengangkatan kantung empedu beserta batunya pada hari jumat besok 16 Maret di RSPAD,” katanya saat menggelar jumpa pers di RSPAD, Jakarta Pusat, Kamis (15/3/2012).

Selama ini kita hanya mendengar penyakit batu ginjal, ternyata ada juga penyakit batu empedu. Maka, disamping untuk pengetahuan kami, kami juga coba share pengetahuan tentang penyakit ini untuk pengetahuan kita semua. Berikut adalah penjelasannya yang kami ambil dari berbagai sumber:

Definisi Penyakit Batu Empedu

Batu-batu empedu adalah batu-batu yang terbentuk didalam empedu.

  • Empedu adalah suatu cairan yang berair yang dibuat oleh sel-sel hati yang adalah penting untuk pencernaan makanan didalam usus, terutama lemak.
  • Sel-sel hati mengeluarkan empedu yang mereka buat kedalam kanal-kanal (saluran-saluran) kecil didalam hati.
  • Empedu mengalir melalui kanal-kanal dan kedalam saluran-saluran pengumpul yang lebih besar didalam hati (saluran-saluran empedu intrahepatik).
  • Empedu kemudian mengalir didalam saluran-saluran empedu intrahepatik keluar dari hati dan kedalam saluran-saluran empedu ekstrahepatik – pertama-tama kedalam saluran-saluran empedu hepatik, kemudian kedalam saluran common hepatic, dan akhirnya kedalam saluran common bile.

Dari saluran common bile, ada dua arah (jurusan) yang berbeda yang dapat dialiri empedu.

  • Arah pertama adalah kebawah ke saluran common bile dan kedalam usus kecil dimana empedu bercampur dengan makanan dan mempromosikan atau memajukan pencernaan makanan.
  • Arah kedua adalah kedalam saluran cystic, dan dari sana kedalam kantong empedu (gallbladder).

Sekali didalam kantong empedu, empedu dikonsentrasikan/dipekatkan dengan pengangkatan/penyerapan airnya. Sewaktu makan, otot yang membentuk dinding kantong empedu berkontraksi dan mengeluarkan empedu yang pekat (terkonsentrasi) didalam kontong empedu kembali melalui saluran cystic kedalam saluran common dan kemudian kedalam usus kecil. Empedu yang pekat adalah jauh lebih efektif untuk pencernaan daripada empedu yang tidak pekat yang pergi dari hati langsung kedalam usus kecil. Pemilihan waktu dari kontraksi kantong empedu sewaktu makan mengizinkan empedu yang pekat dar kantong empedu bercampur dengan makanan.

Batu-batu empedu biasanya terbentuk didalam kantong empedu (gallbladder); bagaimanapun, mereka juga mungkin terbentuk dimana saja ada empedu; dalam saluran-saluran intrahepatik, hepatik, common bile, dan cystic.

Batu-batu empedu juga mungkin bergerak/berpindah didalam empedu, contohnya, dari kantong empedu kedalam saluran cystic atau common.

Penyebab Batu-Batu Empedu

Batu-batu empedu adalah umum; mereka terjadi pada hampir 20% dari wanita-wanita di Amerika, Kanada dan Eropa, namun ada suatu variasi yang besar dalam kelaziman diantara kelompok-kelompok etnik. Contohnya, batu-batu empedu terjadi 1 ½ sampai 2 kali lebh umum diantara orang-orang Skandinavia dan orang-orang Amerika keturunan Meksiko. Diantara orang-orang Amerika keturunan Indian, kelaziman batu empedu mencapai lebih dari 80%. Perbedaan-perbedaan ini mungkin dipertanggungjawabkan oleh faktor-faktor genetik (yang diturunkan). Saudara-saudara derajat pertama (orangtua, saudara kandung, dan anak-anak) dari individu-individu dengan batu-batu empedu adalah 1 ½ kali lebih mungkin mempunyai batu-batu empedu daripada jika mereka tidak mempunyai saudara derajat pertama dengan batu-batu empedu. Dukungan lebih jauh datang dari studi-studi kembar bahwa faktor-faktor genetik adalah penting dalam menentukan siapa mendapat batu-batu empedu. Diantara pasangan-pasangan kembar yang tidak identis (yang berbagi 50% dari gen-gen mereka dengan satu sama lain), kedua individu-individu dalam suatu pasangan mempunyai batu-batu empedu 8% dari waktu. Diantara pasangan-pasangan kembar yang identis (yang berbagi 100% dari gen-gen mereka dengan satu sama lain), kedua individu-individu dalam suatu pasangan mempunyai batu-batu empedu 23% dari waktu.

Ada beberapa tipe-tipe dari batu-batu empedu dan setiap tipe mempunyai suatu sebab yang berbeda.

Batu-Batu Empedu Kolesterol

Batu-batu empedu kolesterol terbuat terutama dari kolesterol. Mereka adalah tipe batu empedu yang paling umum, berisikan 80% dari batu-batu empedu pada individu-individu dari Eropa dan Amerika. Kolesterol adalah satu dari senyawa-senyawa yang dikeluarkan oleh sel-sel hati kedalam empedu. Pengeluaran kolesterol kedalam empedu adalah suatu cara yang penting dimana hati mengeliminasi kelebihan kolesterol dari tubuh.

Supaya empedu membawa kolesterol, kolesterol harus dilarutkan didalam empedu. Kolesterol adalah suatu lemak, bagaimanapun, dan empedu adalah suatu larutan yang encer atau berair; lemak-lemak tidak larut dalam larutan-larutan yang berair. Dalam rangka membuat kolesterol larut dalam empedu, hati juga mengeluarkan dua bahan-bahan pembersih (detergents) – asam-asam empedu dan lecithin – kedalam empedu. Bahan-bahan pembersih (detergents) ini, sama seperti bahan-bahan pembersih (detergents) pencuci piring, melarutkan kolesterol yang berlemak sehingga ia dapat dibawa oleh empedu melalui saluran-saluran. Jika hati mengeluarkan terlalu banyak kolesterol untuk jumlah asam-asam empedu dan lecithin yang dia keluarkan, beberapa dari kolesterol tidak larut. Sama halnya, jika hati tidak mengeluarkan cukup asam-asam empedu dan lecithin, beberapa dari kolesterol juga tidak larut. Pada kedua kasus, kolesterol yang tidak larut menempel bersama-sama dan membentuk partikel-partikel kolesterol yang tumbuh dalam ukurannya dan akhirnya membentuk batu-batu empedu yang lebih besar.

Ada dua proses-proses lain yang mempromosikan pembentukan batu-batu empedu kolesterol walaupun tidak satupun dari kedua proses-proses mampu menyebabkan batu-batu empedu secara sendiri-sendiri. Yang pertama adalah pembentukan dan pertumbuhan dari partikel-partikel kolesterol yang cepatnya abnormal kedalam batu-batu empedu. Jadi, dengan konsentrasi-konsentrasi yang sama dari kolesterol, asam-asam empedu dan lecithin dalam empedu mereka, pasien-pasien dengan batu-batu empedu membentuk partikel-prtikel kolesterol lebih cepat daripada individu-individu tanpa batu-batu empedu. Proses kedua yang mempromosikan pembentukan dan pertumbuhan batu-batu empedu adalah kontraksi dan pengosongan kantong empedu yang berkurang yang mengizinkan empedu didalam kantong empedu duduk lebih lama sehingga ada lebih banyak waktu untuk partikel-partikel kolesterol untuk membentuk dan tumbuh.

Batu-Batu Empedu Pigmen

Batu-batu empedu pigmen adalah tipe batu empedu yang paling umum kedua. Walaupun batu-batu empedu pigmen berisikan hanya 15% dari batu-batu empedu pada individu-individu dari Eropa dan Amerika, mereka lebih umum daripada batu-batu empedu kolesterol di Asia Tenggara. Ada dua tip-tipe batu-batu empedu pigmen: 1) batu-batu empedu pigmen hitam, dan 2) batu-batu empedu pigmen coklat.

Pigmen adalah suatu sisa pembuangan yang terbentk dari hemoglobin, bahan kimia yang membawa oksigen dalam sel-sel darah merah. Hemoglobin dari sel-sel darah merah yang tua yang dihancurkan dirubah kedalam suatu bahan kimia yang disebutbilirubin dan dilepaskan kedalam darah. Bilirubin dikeluarkan dari tubuh oleh hati. Hati memodifikasi bilirubin dan mengeluarkan bilirubin yang telah dimodifikasi kedalam empedu.

Batu-Batu Empedu Hitam: Jika ada terlalu banyak bilirubin dalam empedu, bilirubin bergabung dengan konstituen-konstituen lain dalam empedu, contohnya, Kalsium, membentuk pigmen (disebut begitu karena ia berwarna coklat tua). Pigmen larut secara buruk dalam empedu dan, seperti kolesterol, ia menempel bersama-sama dan membentuk partikel-partikel yang tumbuh dalam ukurannya dan akhirnya membentuk batu-batu empedu. Batu-batu empedu yang terbentuk dalam cara ini disebut batu-batu empedu pigmen hitam karena mereka adalah hitam dan keras.

Batu-Batu Empedu Coklat: Jika ada pengurangan kontraksi dari kantong empedu atau halangan pada aliran empedu melalui saluran-saluran, bakteri-bakteri mungkin naik dari usus dua belas jari (duodenum) kedalam saluran-saluran empedu dan kantong empedu. Bakteri-bakteri mengubah bilirubin dalam saluran-saluran dan kantong empedu, dan bilirubin yang telah dirubah bergabung dengan kalsium membentuk pigmen. Pigmen kemudian bergabung dengan lemak-lemak dalam empedu (kolesterol dan asam-asam lemak dari lecithin) membentuk partikel-partikel yang tumbuh kedalam batu-batu empedu. Tipe batu-batu empedu ini disebut suatu batu empedu pigmen coklat karena ia adalah lebih coklat daripada hitam. Ia juga lebih lembut daripada batu-batu empedu pigmen hitam.

Tipe-Tipe Lain dari Batu-Batu Empedu. Tipe-tipe lain dari batu-batu empedu adalah jarang. Mungkin tipe batu empedu yang paling menarik adalah batu empedu yang terbentuk pada pasien-pasien yang mengkonsumsi antibiotik-antibiotik,ceftriaxone (Rocephin). Ceftriaxone adalah tidak umum dimana ia dieliminasi dari tubuh dalam empedu dalam konsentrasi-konsentrasi yang tinggi. Ia bergabung dengan kalsium didalam empedu dan menjadi tidak dapat larut. Seperti kolesterol dan pigmen, ceftriaxone dan kalsium yang tidak dapat larut membentuk partikel-partikel yang tumbuh menjadi batu-batu empedu. Untungnya, kebanyakan dari batu-batu empedu ini menghilang sekali antibiotiknya dihentikan; bagaimanapun, mereka mungkin masih menyebabkan persoalan-persoalan hingga mereka menghilang. Tipe batu empedu lainnya yang jarang adalah dibentuk dari kalsium karbonat (calcium carbonate).

Gejala-Gejala Batu-Batu Empedu

Kebanyakan orang-orang dengan batu-batu empedu tidak mempunyai tanda-tanda atau gejala-gejala dan tidak sadar atas batu-batu empedu mereka. Batu-batu empedu adalah “diam”. Batu-batu empedu mereka seringkali ditemukan sebagai suatu hasil dari tes-tes (contohnya, pemeriksaan ultrasound atau X-ray perut) yang dilakukan ketika mengevaluasi kondisi-kondisi medis lain daripada batu-batu empedu. Gejala-gejala mungkin nampak kemudian dalam kehidupan, bagaimanapun, setelah bertahun-tahun tanpa gejala-gejala. Jadi, melalui suatu periode dari lima tahun, kira-kira 10% dari orang-orang dengan batu-batu empedu yang diam akan mengembangkan gejala-gejala. Sekali gejala-gejala berkembang, mereka kemungkinan berlanjut dan seringkali akan memburuk.

Batu-batu empedu disalahkan untuk banyak gejala-gejala yang tidak disebabkan oleh mereka. Diantara gejala-gejala yang tidak disebabkan oleh batu-batu empedu adalah:

  • dyspepsia (termasuk kembung perut dan ketidakenakan setelah makan),
  • ketidaktoleranan pada makanan-makanan berlemak,
  • bersendawa, dan
  • membuang gas atau kentut.

Ketika tanda-tanda dan gejala-gejala dari batu-batu empedu terjadi, mereka pada hakekatnya selalu terjadi karena batu-batu empedu menghalangi saluran-saluran empedu.

Gejala-gejala yang paling umum dari batu-batu empedu adalah biliary colic. Biliary colic adalah suatu tipe nyeri yang sangat spesifik, terjadi sebagai gejala utama atau gejala satu-satunya pada 80% dari orang-orang dengan batu-batu empedu yang mengembangkan gejala-gejala. Biliary colic terjadi ketika saluran-saluran ekstrahepatik – cystic, hepatik atau common bile – tiba-tiba terblokir/terhalangi oleh sebuah batu empedu. Halangan/rintangan yang berlanjut secara perlahan, seperti dari suatu tumor, tidak menyebabkan biliary colic. Dibelakang rintangan/halangan, cairan berakumulasi (berkumpul) dan menggembungkan saluran-saluran dan kantong empedu. Dalam kasus rintangan/halangan saluran hepatik atau common bile, ini disebabkan oleh pengeluaran empedu oleh hati secara terus menerus. Dalam kasus rintangan/halangan saluran cystic, dinding dari kantong empedu mengeluarkan cairan kedalam kantong empedu. Adalah penggembungan dari saluran-saluran atau kantong empedu yang menyebabkan biliary colic.

Secara karakteristik, biliary colic datang secara tiba-tiba atau membangun secara cepat ke suatu puncak melalui waktu beberapa menit.

  • Ia adalah suatu nyeri yang konstan, ia tidak datang dan pergi, walaupun ia mungkin berubah dalam intensitasnya (kekuatannya) ketika ia hadir.
  • Ia berlangsung untuk 15 menit sampai 4-5 jam. Jika nyerinya berlangsung lebih dari 4-5 jam, itu berarti bahwa suatu komplikasi – biasanya cholecystitis – telah berkembang.
  • Nyerinya biasanya berat/parah, namun gerakan tidak membuat nyeri memburuk. Bahkan, pasien-pasien yang mengalami biliary colic seringkali jalan atau menggeliat (memutar tubuh dalam posisi-posisi yang berbeda) dalam ranjang untuk menemukan suatu posisi yang enak.
  • Biliary colic seringkali ditemani oleh mual.
  • Paling umum, biliary colic dirasakan ditengah perut bagian atas tepat dibawah sternum.
  • Lokasi kedua yang paling umum untuk nyeri adalah kanan perut bagian atas tepat dibawah pinggiran dari tulang-tulang rusuk.
  • Adakalanya, nyeri juga mungkin dirasakan pada punggung pada ujung yang lebih bawah dari scapula pada sisi kanan.
  • Pada kejadian-kejadian yang jarang, nyeri mungkin dirasakan dibawah sternum dan disalah artikan sebagai angina atau suatu serangan jantung.
  • Suatu episode dari biliary colic mereda secara berangsur-angsur sekali batu-batu empedu berpindah didalam saluran sehingga ia tidak lagi menghalangi.

Biliary colic adalah suatu gejala yang berulang. Sekali episode pertama terjadi, kemungkinan ada episode-episode lain. Juga, ada suatu pola perulangan untuk setiap individu, yaitu, untuk beberapa individu-individu episode-episode cenderung tetap seringkali dimana untuk yang lain-lainnya mereka cenderung tetap tidak seringkali. Mayoritas dari orang-orang yang mengembangkan biliary colic tidak berlanjut mengembangkan cholecystitis atau komplikasi-komplikasi lain.

Merawat Batu-Batu Empedu

Pengamatan (Observasi)

Kebanyakan batu-batu empedu adalah diam/bunkam.

  • Jika batu-batu empedu yang bungkam ditemukan pada seorang individu yang berumur 65 tahun (atau lebih tua), kesempatan mengembangkan gejala-gejala dari batu-batu empedu adalah hanya 20% (atau kurang) dengan aggapan suatu jangka waktu kehidupan dari 75 tahun. Pada keadaan ini, adalah layak untuk tidak merawat individu ini.
  • Diantara individu-individu yang lebih muda, tidak ada perawatan juga mungkin adalah tepat jika individu-individu mempunyai penyakit-penyakit serius yang mengancam nyawa, contohnya, penyakit jantung yang serius, yang kemungkinan memperpendek jangka waktu kehidupan mereka.
  • Pada sisi lain, pada individu-individu muda yang sehat, perawatan harus dipertimbangkan bahkan untuk batu-batu empedu yang bungkam karena kemungkinan-kemungkinan individu mengembangkan gejala-gejala dari batu-batu empedu melalui suatu waktu kehidupan akan menjadi lebih tinggi. Sekali gejala-gejala mulai, perawatan harus direkomendasikan karena gejala-gejala yang lebih lanjut adalah mungkin dan komplikasi-komplikasi yang lebih serius dapat dicegah.

Cholecystectomy

Cholecystectomy (pengangkatan kantong empedu secara operasi) adalah perawatan standar untuk batu-batu empedu didalam kantong empedu. Operasi mungkin dilakukan melalui suatu sayatan perut yang besar atau secara laparoskopi melalui tusukan-tusukan kecil dari dinding perut. Operasi laparoskopi berakibat pada nyeri yang lebih sedikit dan suatu kesembuhan yang cepat. Cholecystectomy mempunyai suatu angka komplikasi-komplikasi yang rendah, namun komplikasi-komplikasi yang serius semacam kerusakan pada saluran-saluran empedu dan kebocoran empedu adakalanya terjadi. Juga ada risiko yang berkaitan dengan pembiusan umum yang adalah perlu untuk kedua tipe operasi. Persoalan-persoalan setelah pengangkatan kantong empedu adalah sedikit. Pencernaan tidak terpengaruh, dan tidak perlu ada perubahan diet. Diare kronis terjadi pada kira-kira 10% dari pasien-pasien.

Sphincterotomy dan Pencabutan Batu-Batu Empedu

Adakalanya sebuah batu empedu mungkin tersangkut dalam saluran-saluran empedu hepatik atau common. Pada situasi-situasi macam ini, biasanya begitu juga ada batu-batu empedu didalam kantong empedu, dan cholecystectomy adalah perlu. Adalah mungkin untuk mengeluarkan batu empedu yang tersangkut dalam saluran pada saat operasi, namun ini mungkin tidak selalu bisa. Suatu cara-cara alternatif untuk mengeluarkan batu-batu empedu dalam saluran sebelum atau sesudah cholecystectomy adalah dengan sphincterotomy yang diikuti oleh pencabutan batu empedu.

Sphincterotomy melibatkan pemotongan otot dari saluran empedu common (sphincter) pada penggabungan dari saluran empedu common dan duodenum dalam rangka untuk mengizinkan akses yang lebih mudah pada saluran empedu common. Pemotongan dilakukan dengan suatu alat electrosurgical yang dilewatkan melalui tipe endoskop yang sama yang digunakan untuk ERCP. Setelah sphincter dipotong, alat-alat dapat dilewatkan melalui endoskop dan keatas kedalam saluran-saluran hepatik dan empedu common untuk menangkap dan menarik keluar batu empedu atau untuk meremukkan batu empedu. Adalah juga mungkin untuk memasukkan suatu alat lithotripsy yang menggunakan gelombang-gelombang suara berfrekwensi tinggi untuk memecah batu empedu. Komplikasi-komplikasi dari sphincterotomy dan pencabutan batu-batu empedu termasuk pembiusan umum, perforasi (pelubangan) dari saluran-saluran empedu atau duodenum, perdarahan, dan pankreatitis.

Terapi Pelarutan Oral

Adalah mungkin untuk melarutkan beberapa batu-batu empedu kolesterol dengan obat yang dikonsumsi secara oral. Obat ini adalah suatu asam empedu yang terjadi secara alami yang disebut ursodeoxycholic acid atau ursodiol (Actigall, Urso). Asam-asam empedu adalah salah satu dari pembersih-pembersih (detergents) yang dikeluarkan oleh hati kedalam empedu untuk melarutkan kolesterol. Walaupun seorang mungkin mengharapkan terapi dengan ursodiol bekerja dengan meningkatkan jumlah asam-asam empedu dalam empedu dan dengan demikian menyebabkan kolesterol dalam batu-batu empedu untuk larut, mekanisme dari aksi ursodiol sebenarnya adalah berbeda. Ursodiol mengurangi jumlah kolesterol yang dikeluarkan dalam empedu. Empedu kemudian mempunyai kolesterol yang lebih sedikit dan menjadi mampu melarutkan kolesterol dalam batu-batu empedu.

Ada keterbatasan-keterbatasan yang penting pada penggunaan ursodiol:

  • Ia hanya efektif untuk batu-batu empedu kolesterol dan tidak untuk batu-batu empedu pigmen.
  • Ia bekerja hanya untuk batu-batu empedu yang kecil, kurang dari 1-1.5 cm dalam diameternya.
  • Memakan waktu satu sampai dua tahun untuk batu-batu empedu untuk larut, dan banyak batu-batu empedu terbentuk kembali setelah peghentian perawatan.

Disebabkan keterbatasan-keterbatasan ini, ursodiol umumnya digunakan hanya pada individu-individu dengan batu-batu empedu yang lebih kecil yang kemungkinan mempunyai suatu kandungan kolesterol yang sangat tinggi dan yang berisiko tinggi untuk operasi karena kesehatan yang buruk. Adalah juga layak untuk menggunakan ursodiol pada individu-individu yang batu-batu empedunya yang mungkin telah terbentuk karena suatu peristiwa yang singkat, contohnya, kehilangan berat badan yang cepat, karena batu-batu empedu tidak diharapkan timbul kembali setelah pelarutan yang penuh sukses.

Extracorporeal shock-wave lithotripsy

Extracorporeal shock-wave lithotripsy (ESWL) adalah suat metode yang jarang digunakan untuk merawat batu-batu empedu, terutama yang tersangkut dalam saluran-saluran empedu. Generator-generator ESWL menghasilkan gelombang-gelombang kejut diluar tubuh yang kemudian difokuskan pada batu empedu. Gelombang-gelombang kejut memecah batu empedu, dan potongan-potongan batu empedu yang dihasilkan mengalir kedalam usus kecil dengan sendirinya atau dicabut secara endoskopi seperti pada sphincterotomy.

Pencegahan Batu-Batu Empedu

Adalah lebih baik jika batu-batu empedu dapat dicegah daripada dirawat. Pencegahan batu-batu empedu kolesterol adalah dapat dikerjakan karena ursodiol, obat asam empedu yang melarutkan beberapa batu-batu empedu kolesterol, juga mencegah mereka dari pembentukan. Kesulitannya adalah mengidentifikasi suatu kelompok dari individu-individu yang berisiko tinggi untuk mengembangkan batu-batu empedu kolesterol selama suatu priode waktu yang relatif pendek sehingga durasi (lamanya) dari perawatan pencegahan dapat dibatasi. Satu kelompok macam ini adalah individu-individu yang kegemukan yang kehilangan berat badan secara cepat dengan diet-diet yang sangat rendah kalori atau dengan operasi. Risiko batu-batu empedu pada kelompok ini adalah setinggi 40%-60%. Lagi pula, ursodiol telah ditunjukan pada beberapa studi-studi adalah sangat efektif pada pencegahan batu-batu empedu pada individu-individu ini.

Dapatkah Gejala-Gejala Berlanjut Setelah Pengangkatan Batu-Batu Empedu ?

Pengangkatan batu-batu empedu (cholecystectomy) seharusnya mengeliminasi semua gejala-geala yang berhubungan dengan batu-batu empedu kecuali pada tiga situasi-situasi:

  1. batu-batu empedu ditinggalkan pada saluran-saluran,
  2. ada persoalan-persoalan dengan saluran-saluran empedu sebagai tambahan pada batu-batu empedu, dan
  3. batu-batu empedu pernah dan bukan penyebab gejala-gejala.

Kemungkinan batu-batu empedu dalam saluran-saluran dapat dikejar dengan MRCP, endoscopic ultrasound, dan ERCP. Hanya ada satu persoalan dengan saluran-saluran yang dapat menyebabkan gejala-gejala yang menyerupai batu-batu empedu, dan itu adalah suatu kondisi yang jarang yang disebut sphincter of Oddi dysfunction, didiskusikan dibawah.

Saluran empedu common mempunyai suatu dinding yang berotot. Beberapa centimeter terakhir dari otot saluran empedu common segera sebelum saluran bergabung dengan duodenum terdiri dari sphincter of Oddi. Sphincter of Oddi mengontrol aliran empedu. Karena saluran pankreatik biasanya bergabung dengan saluran empedu common segera sebelum ia memasuki duodenum, sphincter juga mengontrol aliran cairan dari saluran pankreatik. Ketika otot dari sphincter mengencang, ia menutup aliran dari cairan empedu dan pankreatik. Ketika ia mengendur, cairan empedu dan pankreatik mengalir kedalam duodenum, contohnya, setelah makan. Sphincter mungkin menjadi luka parut, dan saluran dipersempit oleh luka parut. Penyebab dari luka parut tidak diketahi. Sphincter juga mungkin menjadi kejang secara sebentar-sebentar. Pada kedua kasus, aliran dari cairan empedu dan pankreatik mungkin berhenti dengan tiba-tiba secara sebentar-sebentar, meniru efek-efek dari suatu batu empedu, terutama yang menyebabkan biliary colic dan pankreatitis.

Diagnosis dari sphincter of Oddi dysfunction dapat menjadi sulit untuk dibuat. Tes diagnosis yang terbaik memerlukan suatu prosedur endoskopi dengan tipe endoskopi yang sama seperti ERCP. Sebagai pengganti dari pengisian saluran-saluran dengan zat pewarna (dye), bagaimanapun, tekanan didalam sphincter diukur. Jika tekanan adalah abnormal tinggi, luka parut atau kejang adalah mungkin. Perawatan untuk sphincter of Oddi dysfunction adalah sphincterotomy. Pengukuran dari enzim-enzim hati dan pankreas dalam darah juga mungkin bermanfaat untuk mendiagnose disfungsi sphincter.

Demikian sedikit penjelasan mengenai penyakit batu empedu, semoga bermanfaat. diambil dari http://www.totalkesehatananda.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: